Inspirasi

Cara Menyikapi Persaingan Usaha dengan Sehat

26 Jul 2021, Ditulis oleh Bentangku

Cara Menyikapi Persaingan Usaha dengan Sehat

Persaingan usaha adalah salah satu faktor yang perlu perhatian dalam menjalankan roda perekonomian. Melansir dari laman resmi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), persaingan dalam dunia usaha berarti upaya mendapatkan keuntungan dalam suatu mekanisme pasar.

Hasil akhirnya nyata dari persaingan sesungguhnya dapat dinikmati oleh konsumen. Misalnya, adanya persaingan usaha menyebabkan variasi harga, kualitas hingga pelayanan.

Persaingan bisnis harus dilakukan dengan cara yang sehat. Demi merebut hati konsumen kompetitor, bukan berarti bisa menghalalkan segala cara. Alih-alih merebut hati pelanggan, persaingan usaha yang tidak sehat malah bisa berbalik menjatuhkan usahamu.

Persaingan usaha belakangan ini sudah tidak dilihat sebagai hal yang menakutkan. Antarpengusaha sudah tidak lagi berpikir soal ini. Yang penting bisnis mengalir, dagangan tetap laku.

Memang kehadiran lapak berjualan online memungkinkan calon konsumen memilih sendiri produk atau jasa yang akan digunakannya. Ada orang yang percaya ada barang ada rupa. Ada pula yang berpandangan, yang penting murah.

Tapi, persaingan usaha tidak bisa disepelekan lho. Sebab, sekali lagi, persaingan usaha harus dilakukan secara sehat agar harga yang tercipta di pasar tidak menggerus keuntunganmu.

Ciri Persaingan Sehat

Dalam menyikapi persaingan dengan cara yang sehat, kita perlu tahu dulu seperti apa ciri persaingan sehat itu. Dalam artikelnya, Forbes mengulas bagaimana cara melihat apakah suatu persaingan sehat atau tidak.

1. Tak Ada Monopoli

Persaingan merupakan sarana untuk melindungi para pelaku ekonomi terhadap eksploitasi dan penyalahgunaan. Persaingan yang tidak sehat dapat menyebabkan monopoli usaha. Tanpa persaingan, kekuatan ekonomi akan dikuasai pada beberapa pihak saja. Kekuatan ini akan menyebabkan kesenjangan besar pada posisi tawar-menawar. Yang pada akhirnya membuka peluang bagi penyalahgunaan dan eksploitasi kelompok ekonomi tertentu.

2. Penjual Mengikuti Pergerakan Konsumen

Persaingan mendorong alokasi dan realokasi sumber-sumber daya ekonomi sesuai dengan keinginan konsumen. Karena ditentukan oleh permintaan, perilaku para penjual dalam persaingan akan cenderung mengikuti pergerakan permintaan para pembeli. Kamu harus pintar membaca pasar.

3. Membuat Semakin Kreatif

Sebuah perusahaan akan meninggalkan bidang usaha yang tidak memiliki tingkat permintaan yang tinggi. Sebab, jelas, tujuan penjualan tidak akan tercapai yang berujung pada kebangkrutan.

Sekali lagi, pembeli lah yang menentukan produk apa dan bagaimana yang mereka sukai.

4. Membuatmu Lebih Efisien

Persaingan bisa menjadi kekuatan untuk mendorong penggunaan sumber daya ekonomi dan metode pemanfaatannya secara efisien. Persaingan usaha membuat pengusaha cenderung menggunakan sumber daya yang ada secara efisien. Jika tidak demikian, muncul risiko biaya tak terduga yang akan memangkas keuntungan.

5. Mendorong Mutu Produk atau Layanan Lebih Baik

Persaingan bisa merangsang mutu produk, pelayanan, proses produksi, dan teknologi. Dalam persaingan usaha, setiap pengusaha cenderung akan mengurangi biaya produksi serta memperbesar pangsa pasar. Namun, mereka juga akan memperbaiki mutu produk atau layanan jika ingin memperoleh keuntungan dan brand awareness lebih baik.

Cara Menyikapi Persaingan

Dalam menyikapi persaingan, kamu tentu tidak ingin jadi pihak yang kalah kan? Karenya, untuk bisa memenangkan persaingan, kamu harus mampu mengenali cara untuk menarik perhatian pelanggan. Melansir dari infoenterpreneurs, berikut tipsnya:

1. Pilih harga atau nilai

Kamu harus mampu menghasilkan produk dan atau jasa dengan biaya rendah. Kamu bisa membuat strategi dalam menetapkan harga tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan produk atau jasa para pesaing. Jika mampu dapat juga ditambahkan bahwa produk atau jasa memiliki nilai lebih dibandingkan dengan pesaing.

2. Kualitas Produk

Keunggulan kedua yang harus diupayakan agar produk atau jasa dapat bersaing dengan kompetitor adalah diupayakan agar produk atau jasa dapat menyenangkan konsumen.

3. Kualitas Layanan

Pengalaman baik atau buruk yang kita sampaikan dan yang dialami oleh seorang konsumen, umumnya akan menjadi catatan penting. Untuk itu, berikanlah pengalaman yang paling menyenangkan atau memuaskan bagi para pemangku kepentingan, lebih-lebih bagi para konsumen pelanggan.

4. Peningkatan Secara Terus Menerus

Untuk bisa melakukan peningkatan yang berkesinambungan, kamu harus bisa mencatat seluruh atribut produk atau jasa yang melekat. Manfaat dari catatan atribut produk atau jasa adalah agar produk atau jasa dapat ditingkatkan dari atribut yang sudah ada sebelumnya.

Bagaimana Kalau Kalah Saing?

Kalah dalam persaingan usaha itu memang menyakitkan. Tapi sebagai pengusaha, pantang banget yang namanya menyerah. Ketika kalah, harus segera bangkit lagi.

Berikut ini yang harus kamu lakukan ketika kamu tidak bisa memenangkan persaingan yang ada. 

1. Setop menyalahkan diri sendiri

Saat kondisi ini tiba, wajar saja jika kamu merasa terpukul. Melansir dari Investopedia, kamu boleh saja merasa seperti itu, tapi jangan terlalu lama. Kamu harus bangkit untuk bisa mengejar ketinggalan.

Pada sisi lain, kamu juga jangan terlalu percaya diri, merasa produk dan layanan kamu yang terbaik. Kamu harus melihat dari berbagai sisi, termasuk kekurangan di usaha kamu. Misalnya, jika selama ini kamu hanya fokus pada usaha, tapi lupa “merawat” pelanggan, maka perbaiki.

Kamu bisa mulai memperhatikan pelanggan, khususnya pelanggan setia dan berusaha mendapatkan pelanggan baru. Jadi, usaha kamu pun dilirik.

Seperti dikutip dari Forbes, kualitas kamu dan pesaing mungkin sama, tapi bisa jadi bisnis dimenangkan atau hilang berdasarkan kekuatan dan kualitas hubungan kamu dengan pelanggan.

2. Pikirkan cara untuk melihat potensi atau ciri khas

Kuncinya adalah "lebih baik dari pesaingmu". Dengan asumsi penawaran produk kamu sama dengan pesaing , tapi kamu memiliki keunggulan kompetitif yang ditawarkan. Misalnya, harga yang lebih murah atau kamu memberikan gratis ongkos kirim untuk pesan antar.

Hal itu bisa menjadi motivator dan alasan pelanggan kamu untuk percaya dengan usaha yang kamu jalankan.

3. Mulai fokus memperbaiki kekurangan

Evaluasi. Kamu harus mulai mencari kekurangan dari usaha kamu. Jika kamu sudah menemukannya, maka harus kamu perbaiki agar tak kehilangan pelanggan atau konsumen.

Misalnya, pelayanan lama. Kamu bisa mendapatkan bantuan digital. Saat pelanggan memesan via digital, kamu bisa langsung memproses, dan langsung mengantarkan pesanan.

4. Bangun kembali kepercayaan

Kamu harus mulai membangun kepercayaan. Misalnya terhadap karyawan. Karena tanpa kepercayaan dari mereka, tidak akan pernah ada hubungan yang bermanfaat. Motif masing-masing pihak akan selalu menjadi masalah dan dipertanyakan.

Secara emosional, ketidakpercayaan itu melelahkan. Akan muncul frustrasi, ketidaksepakatan, dan komunikasi yang konstan.

Akibatnya, kehilangan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelanggansetia yang tersisa. Padahal, tanpa memenuhi kebutuhan mereka, kamu tidak dapat menumbuhkan bisnis dan tanpa memuaskan kebutuhan mereka lebih baik daripada pesaing.

5. Mengenali pesaing

Kamu harus bisa mengenali pesaingmu. Kamu juga harus memahami pola persaingan. Kamu juga harus bisa membaca tujuan pesaing, dengan cara itu, kamu bisa mengambil langkah baru dalam membangun bisnis.

6. Mencoba memahami strategi pesaing

Kamu perlu meneliti semua sudut pandang yang membedakan mereka dengan caramu menjalankan bisnis. Termasuk mengetahui mutu, sifat dan bauran produk atau jasa. Bahkan, lokasi atau promosi yang digunakan pesaing. Dengan cara itu, kamu bisa menentukan strategi yang akan kamu ambil untuk bangkit.

Namun tetap harus diingat, cara untuk memenangkan persaingan usaha saat bangkit, tetap harus kamu tempuh harus sehat agar fair.

Baca juga:

Share artikel ini