Inspirasi

Ide Bisnis Makanan Online di Tengah Pandemi? Cek di Sini!

23 Jul 2021, Ditulis oleh Bentangku

Ide Bisnis Makanan Online di Tengah Pandemi? Cek di Sini!

Pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 25 Juli 2021 untuk menangani pandemi Covid-19. Namun, kali ini, pemerintah mengganti nama PPKM Darurat dengan nama PPKM Level 3 dan 4.

Sejumlah pembatasan diberlakukan. Perusahaan sektor non-esensial wajib 100 persen bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Selain itu, bagi pelaku bisnis makanan, seperti warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat.

Hal ini memberi pukulan berat bagi perekonomian rakyat.

CNN Indonesia melansir, 84 ribu pekerja pusat perbelanjaan atau mal terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) ketika PPKM Darurat diperpanjang. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Senin 19 Juli 2021.

"Jumlah karyawan pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia ada sekitar 280 ribu orang, tidak termasuk karyawan penyewa atau tenant. Potensi yang dirumahkan atau terkena PHK sekitar 30 persen," kata Alphonzus.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat, ada 1.033 restoran di Jabodetabek yang tutup permanen per Desember 2020. Sementara, lebih dari 400 restoran tutup sementara.

"Kalau restoran-restoran sih saya kira habis ya napasnya untuk bulan bulan Juli ini, sudah banyak yang sudah kolaps, gulung tikar banyak, bulan Juli ini sudah berat sekali. Ini kan kita sudah satu setengah tahun dan hampir 12 kali PSBB, PPKM, selalu sasaran tembaknya kan restoran sama mal tutup," ujar Wakil Ketua Umum PHRI Bidang Restoran Emil Arifin seperti dilansir Detikcom, Kamis 22 Juli 2021.

Alhasil, sepanjang 2020, ada 200 ribuan pegawai restoran yang dipecat.

Kenyataan ini, tentu membuat mengharuskan kita untuk mencari “sekoci” atau pendapatan tambahan guna bertahan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19.

Salah satunya dengan berbisnis. Lalu, bisnis apa yang dapat bertahan di era pandemi saat ini dan bisa dijajakan secara online? Bisnis kuliner jawabannya.

Mengapa Bisnis Makanan?

Okezone mengutip buku 38 Inspirasi Usaha Makanan Minuman untuk Home Industry Modal di Bawah 5 Juta karya Yuyun A, membeberkan sejumlah alasan bisnis kuliner tak ada matinya.

Pertama, potensi pasarnya besar dan tak putus. Makanan adalah kebutuhan dasar setiap makhluk hidup.

Kedua, usaha makanan sangat fleksibel, sebab bisnis ini dapat dimulai dengan modal sedikit. Jumlah produk yang dijual dapat menyesuaikan jumlah modal.

Ketiga, bisnis kuliner menjanjikan keuntungan yang banyak.

Tak ayal, banyak yang tergiur dengan bisnis kuliner. Kompas.com pada 22 Februari 2021 mengungkap, dalam 12 bulan terakhir, data Google Trend menunjukkan pencarian terkait ide bisnis rumahan meningkat sebanyak lebih dari 300 persen.  Sementara pencarian terkait ide bisnis makanan meningkat hingga 250 persen.

Macam Bisnis Kuliner Online

Apakah kamu juga tertarik? Nah, berikut ini delapan ide bisnis makanan yang bisa kamu pasarkan secara online di tengan pandemi versi Qasir.

1. Kreasi Rice Bowl

Rice bowl merupakan makanan adaptasi dari  hidangan khas Jepang bernama donburi. Konsep hidangan ini sangat sederhana, yakni olahan nasi dan lauk yang disajikan dalam mangkuk atau wadah khusus.

Kini, kreasi rice bowl beragam. Beda negara, beda pula kreasinya. Termasuk di Indonesia. Banyak resep nusantara yang adopsi untuk menu rice bowl.

Tak perlu sesuatu yang istimewa, masakan rumah pun bisa kamu kreasikan untuk menu rice bowl lho. Namun pastikan, kamu kreasikan dengan unik.

Buat saja tiga menu rice bowl yang bisa kamu tawarkan ke tetangga, teman, kerabat, atau melalui aplikasi-aplikasi lapak jualan kuliner.

Kamu juga bisa melirik berbisnis rice bowl dengan membeli franchise jika modalmu mencukupi. Tanpa perlu “memulai bisnis dari awal”, kamu sudah mendapatkan paket lengkap juga “nama”.

2. Makanan Setengah Jadi

Bisnis makanan setengah jadi patut kamu pertimbangkan. Tak semua orang pandai memasak. Namun, terkadang, mereka tetap menginginkan makanan segar.

Makanan setengah jadi adalah solusinya. Misal lumpia atau risol. Tak banyak yang bisa memasak cemilan itu. Namun, membeli gorengan di luar terlalu berisiko di tengah pandemi. Akan lebih sehat jika mereka memasaknya sendiri. Tapi bagaimana caranya jika tak bisa memasak atau terlalu malas untuk membuatnya? Makanan setengah jadi ini menjadi jalan tengahnya.

Saat ini, di Korea Selatan mulai marak makanan berat yang dijual setengah jadi. Misal semur ayam alias Jjim Dak. Di Tanah Air juga ada yang menjual shabu-shabu instan.

Mereka menjual paket bahan baku sekaligus bumbunya. Jadi pembeli tinggal cemplung-cemplung ke kuali, nyalakan kompor, tinggal tunggu matang.

3. Frozen Food

Saat ini hidup serba praktis. Makanan beku cocok untuk konsep ini. Mulai dari anak kos hingga ibu rumah tangga bakal sangat terbantu dengan keberadaan makanan beku.

Kamu bisa memulainya dengan mengambil stok makanan beku dari penggrosir yang sudah menjamur.

4. Jajanan Bermozarella

Siapa yang tak suka keju? Selain itu, makanan yang menggunakan keju mozarella masih relatif jarang dan biasanya unik, sehingga menggugah rasa penasaran calon pembeli untuk mencobanya.

Misal, steak mozarella, ayam geprek mozarella, hotang, corndog.

5. Cemilan Sehat

Pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan membuat masyarakat lebih memperhatikan kesehatan. Apalagi belum ada obat dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi  Virus Corona itu. Menjaga imun dan kesehatan adalah satu-satunya pilihan.

Sementara, PPKM membuat ruang gerak kita terbatas. Sebagian besar aktivitas hanya bisa dilakukan di rumah. Akibatnya, semakin sering orang mencari cemilan sehat.

Contoh cemilan yang bisa kamu tawarkan adalah cemilan tanpa MSG atau makanan dari buah atau sayur yang dikeringkan.

6. Katering Porsian atau untuk Keluarga

Pembatasan mobilitas membuat kita sering kehabisan ide memasak. Bagi sebagian pekerja, pekerjaan semakin banyak ketika bekerja dari rumah.

Katering menjadi alternatif bagi kelompok orang tersebut. Kamu bisa menawarkannya melalui sosial media, mulai lah dari orang terdekatmu.

7. Makanan Kekoreaan

Korean Wave atau Hallyu tengah digandrungi di Indonesia. Fenomena ini sangat terasa di kehidupan sehari-hari.

Budaya Korea mudah diterima oleh hampir seluruh kalangan, terutama milenial. Salah satunya soal makanan. Berawal dari drama korea dan reality show, pengetahuan tentang makanan khas negeri gingseng mulai menyebar ke seluruh dunia, tak terkecuali di Tanah Air.

Ramyeon, tteokbokki, odeng atau fishcake alias eomuk yang rasanya mirip otak-otak, kimbap, kimchi, japchae, bibimbap adalah contoh makanan yang bisa kamu jadikan ladang bisnis BossQ. Bisa kamu jual secara instan maupun sudah tersaji.

8. Makanan Pedas

Pedas akrab dengan masakan-masakan khas Indonesia. Sebut saja rendang dan ayam bakar taliwang.

Nah, cita rasa yang sudah mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia bisa kamu jadikan inspirasi membuka usaha kuliner.

Seblak, ayam geprek, oseng-oseng mercon, sambal, bisa kamu pertimbangkan sebagai ide bisnis makanan lho.

Baca juga:

Share artikel ini