Inspirasi

Macam-Macam Usaha Waralaba dengan Modal Kecil Tapi Untung Besar

26 May 2021, Ditulis oleh Bentangku

Macam-Macam Usaha Waralaba dengan Modal Kecil Tapi Untung Besar

Bisnis waralaba atau franchise merupakan salah satu bisnis yang menggiurkan. Banyak pengusaha yang mendulang sukses dengan sistem ini.

Tak heran, “warung” franchise berkembang pesat di Indonesia. Mulai dari makanan, minuman, atau camilan. Ada pula yang dijual di pinggir jalan hingga di mal atau pusat perbelanjaan lain.

Waralaba di Tanah Air mulai dikenal pada era 1950-an. Saat itu, muncul dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi.

Melansir dari Neraca.co.id, perkembangan kedua usaha waralaba kemudian dimulai pada 1970-an. Hal ini ditandai dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu ranchisee tidak sekedar menjadi penyalur, tapi juga memiliki hak untuk memproduksi produknya.

Semakin berkembangnya sistem ini, membuat pemerintah merancang aturan-aturannya sebagai jaminan berbisnis.

Apa Itu Waralaba?

Sejumlah literatur menyebutkan, kata “waralaba” berasal dari dua kata yaitu “wara” dan “laba”. Arti wara adalah istimewa, sedangkan laba berarti keuntungan.

Kata ini pertama kali diperkenalkan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Manajemen (LPPM) sebagai padanan kata franchise.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, waralaba memiliki tiga arti. Namun, hanya dua di antaranya yang terkait dalam bidang bisnis.

Pertama, waralaba punya arti, “Kerja sama dalam bidang usaha dengan bagi hasil sesuai dengan kesepakatan.”

Kedua, “Hak kelola; hak pemasaran.”

Mengutip PP Nomor 42 Tahun 2007 yang diunggah di laman resmi Kementerian Keuangan, waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan jasa.

Pada Pasal 1 peraturan pemerintah tersebut juga dijelaskan, usaha waralaba dapat dimanfaatkan serta digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian.

Penjelasan mudahnya, waralaba bisa disebut sebagai suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha yang di dalamnya mencakup penggunaan nama, merek dagang, dan prosedur penyelenggaraan secara standar dari franchisor (pemberi waralaba) yang berkelanjutan dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.

Unsur Waralaba

Mari kita kupas satu per satu unsur-unsur waralaba berdasarkan pengertian tersebut:

  • Hak khusus, para pihak (franchisor dan franchisee) perseorangan atau badan hukum, sistem bisnis, ciri khas usaha, pemasaran barang dan jasa dan perjanjian waralaba. Ada ikatan hukum yang jelas antara pemberi waralaba (franchisor) dengan penerima waralaba (franchisee).

  • Ada proses pertukaran antara hak dan keistimewaan yang diberikan oleh pemberi waralaba dengan sejumlah uang serta persyaratan lain sebagai syarat perjanjian.

  • Penerima waralaba wajib memenuhi persyaratan yang telah disetujui dalam ikatan hukum.

  • Pemberi waralaba juga harus menyediakan dukungan dan pelatihan SDM.

  • Melibatkan dua belah pihak, yaitu:

a. Pewaralaba

Pemilik merk dagang dan sistem bisnis yang terbukti sukses. Pewaralaba merupakan pemilik produk, jasa, atau sistem operasi yang khas dengan merk tertentu yang biasanya telah dipatenkan.

b. Terwaralaba

Pihak yang memperoleh hak (lisensi) menggunakan merek dagang dan sistem bisnis, yaitu perorangan atau pengusaha lain yang dipilih oleh pewaralaba untuk menjadi terwaralaba, dengan memberikan imbalan “bagi hasil” kepada pewaralaba berupa fee (uang jaminan awal) dan royalty (uang bagi hasil terus-menerus) serta keduanya bersepakat melakukan kerja sama saling menguntungkan, dengan berbagai persyaratan yang telah disetujui dan dituangkan dalam perjanjian kontrak yang disebut Perjanjian Waralaba.

Sejak Kapan Waralaba Digandrungi?

International Franchise Association (IFA) dalam laman resminya menyebut, ada tiga hal yang mendorong pertumbuhan bisnis waralaba. Ketiga hal itu adalah keinginan usahawan untuk berkembang, keterbatasan modal manusia dan keuangan, dan kebutuhan untuk mengatasi jarak yang sangat jauh.

Seperti yang kita bahas di awal tulisan, franchise di Indonesia sendiri mulai dikenal pada 1950-an ketika sebuah dealer kendaraan bermotor muncul melalui pembelian lisensi.

Melansir dari Neraca.co.id, gelombang kedua perkembangan usaha waralaba dimulai pada 1970-an. Saat itu, sistem pembelian lisensi plus mulai diberlakukan, yaitu ranchisee tidak sekedar menjadi penyalur, tapi juga memiliki hak untuk memproduksi produknya.

Darmawan Budi Suseno dalam buku Waralaba Syariah: Risiko Minimal, Laba maksimal, 100% Halal menyebut franchise dikenalkan oleh pengusaha Es Teller 77.

Saat itu, masih sedikit pengusaha lokal yang menerapkan sistem waralaba dalam mengembangkan usahanya.

Kini, Es Teller 77 telah memiliki banyak cabang di sejumlah kota di Indonesia. Kisah sukses inilah yang membuat sejumlah pengusaha mulai menerapkan sistem waralaba di bisnisnya.

Sementara, jika dirunut, asal-usul waralaba merupakan perluasan gereja dan sebagai metode awal kendali pemerintah pusat sebelum abad pertengahan. Awalnya, franchise dikenal di Inggris dan Eropa.

Namun, IFA menyebut waralaba modern justru berkembang di Amerika. Waralaba komersial di Amerika Serikat dimulai di Colonies, Philadelphia.

Pada 13 September 1731, Benjamin Franklin dan Thomas Whitmarsh menandatangani perjanjian untuk menjalankan bisnis percetakan di Charlestown di Carolina Selatan.

Meskipun perjanjian tersebut tidak identik dengan sistem waralaba zaman modern, banyak elemen terpenting yang dikenal dalam waralaba saat ini disertakan.

Misal soal jangka waktu perjanjian, pengelolaan bisnis, sistem perolehan suplai bahan baku, hingga pemeliharaan alat.

Ide Waralaba Untukmu

Contoh Bisnis Waralaba dengan Modal Minim Untung Besar

Saat ini, banyak contoh usaha franchise yang bisa pertimbangkan untuk dipilih ketika kamu tengah mencari franchisor yang tepat. Terutama ketika modalmu masih terbatas.

1. Waralaba pisang pasir

Salah satu contoh usaha waralaba yang saat ini cukup booming adalah pisang pasir kremes. Makanan yang satu ini dapat disajikan untuk semua acara baik formal maupun nonformal seperti acara pernikahan, acara resepsi, kumpul bersama keluarga, teman ngemil bahkan sangat cocok sebagai oleh-oleh.

2. Waralaba minuman kekinian

Waralaba yang tengah naik daun dan menjamur yaitu minuman keinina, kopi, boba atau milk tea. Minuman jenis ini memang banyak diminati generasi milenial dan Gen Z. Beberapa orang menjadikan minuman ini sebagai teman saat bekerja.

 3. Waralaba bakso pentol 

Usaha waralaba selanjutnya ialah bakso pentol kojek, makanan yang satu cukup booming saat ini, bahkan dengan bentuk dan rasanya yang unik bakso pentol banyak di cari orang. Bakso pentol kojek di bandrol dengan harga yang jauh lebih murah dari bakso biasa pada umunya, karena bentuknya yang kecil seperti permen, sehingga tak heran apabila peminat utama dari makanan ini ialah anak-anak.

4. Waralaba tahu krispi

Kebanyakan usaha waralaba memang mengusung konsep yang unik dan terlihat berbeda dengan usaha pada umunya. Waralaba gorengan pun banyak dicari, dengan sajian unik seperti tahu isi mercon atau pedas. Akhirnya, banyak sekali para wirausaha yang telah memulainya.

Contoh Perkiraan Modal

Salah satu contoh bisnis waralaba dengan modal kecil dan banyak diminati adalah minuman boba. Salah satunya, franchise Bobaho Tea menawarkan kemitraan tanpa ribet. Dengan investasi mulai dari Rp 10,7 juta, kamu langsung mendapatkan booth, juga perlengkapan lainnya:

  • Pan/Wajan
  • Spatula
  • Timbangan
  • Termos Es
  • Rice Cooker
  • Toples Powder
  • Gelas Stainless
  • Sendok Stainless
  • Porong 2,1 L
  • Centong Bobba
  • Saringan Bobba
  • Saringan Teh Plask
  • Gelas Ukur 1 Lt
  • Gelas sloki
  • Sekop Es batu
  • Sendok Takar
  • Ring
  • Torch
  • Tempat Merica
  • Botol Getra 24 Oz
  • Botol Getra 12 Oz
  • Cup Cembung 16 Oz
  • Sedotan Bobba
  • Plask Cup
  • Plask Seal
  • Bubble Pearl Hitam
  • Bubble Pearl Pink
  • Jasmine Tea
  • Black Tea
  • Susu Carnaon
  • Cheese premix
  • Brown Sugar
  • Matcha Powder
  • Sirup Arome
  • Bubuk Chocolate Ori
  • Bubuk Milkshake Taro
  • Bubuk Milkshake Strawberry
  • Bubuk Strawberry Bening
  • Bubuk Peach Bening

Pada proposal yang ditawarkan waralaba Bobaho Tea di laman resminya, kamu bisa meraup untung sekitar Rp 9 juta ketika bisnismu sudah ajek. Berikut perkiraan pengeluaran dan keuntungan dalam proposal tersebut:

Pengeluaran

Pembelian bahan baku

@Rp 7.500 X 70 cup X 30 hari: Rp 15.750.000

Biaya operasional per bulan

- Gaji Karyawan (2 Shift): Rp 3.000.000

- Sewa tempat:                  Rp 3.000.000

- Lain-lain:                              Rp 500.000

Total                                     Rp 6.500.000

Total Pengeluaran                      Rp 22.250.000

Pemasukan untuk setiap bulan:

Penjualan 70 cup/hari

@Rp 15.000 X 70 cup X 30 hari: Rp 31.500.000

Perkiraan keuntungan: Rp 9.250.000 dalam satu bulan.

Baca juga:

Share artikel ini