Inspirasi

Sudah Tahu Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Franchise?

26 May 2021, Ditulis oleh Bentangku

Sudah Tahu Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Franchise?

Usaha franchise tengah menjamur di Indonesia. Banyak bidang usaha bisnis waralaba, ada yang menawarkan fashion, hingga makanan dan minuman.

Bisnis franchise pun juga dikenal relatif mudah baik ketika membukanya hingga merawatnya.  Dengan modal yang tidak terlalu banyak pun, kamu bisa mendapat keuntungan berkali-kali lipat. Baik dari sisi pemilik waralaba (franchisor) maupun pembeli waralaba (franchisee). Menggiurkan bukan?

Contohnya, bisnis franchise minuman bubble atau boba. Kamu hanya butuh dana minumal Rp 10 juta, bisa membuat bisnis ini berjalan. Keuntungannya bisa sampai dua kali lipat. Bagi franchisor, dia tak perlu repot memikirkan modal untuk membuka cabang baru.

Banyak pula kisah sukses para pengusaha waralaba yang menjadi inspirasi bagi calon usahawan.

Minim Resiko

Namun, tak ada bisnis yang benar-benar tanpa risiko. Begitupula dengan bisnis franchise. Meski memang, patut diakui, usaha waralaba memiliki kesempatan sukses yang lebih tinggi dibandingkan jenis bisnis lain.

Nah, jika kamu berpikir ingin memulai bisnis waralaba, yuk kenali lebih dekat soal franchise bersama Qasir.

Perkembangan Franchise saat ini

Asosiasi Waralaba Internasional (IFA) memperkirakan bisnis waralaba tumbuh positif pada tahun ini. Hal itu sesuai dengan Laporan Prospek Ekonomi tahunannya yang merinci proyeksi perkiraan ekonomi industri waralaba untuk 2021 yang dilansir Qasir dari laman resminya.

Proyeksi ini tumbuh seiring dengan perkembangan penanganan pandemi Covid-19.

Pada tahun sebelumnya, usaha franchise mendapat gempuran hebat akibat pandemi, terutama waralaba di bidang fashion dan makanan-minuman.

Namun, ekonom mengakui, franchise merupakan salah satu bisnis yang mampu bertahan di tengah wabah Covid-19.

Bisa kamu saksikan sendiri, sejumlah gerai waralaba masih kokoh berdiri meski mengalami pengurangan jumlah pemasukan.

Direktur Strategis PT Illuminate Research Asia, sebuah konsultan riset pemasaran, Haris Fajar Rahmanto dalam wawancaranya dengan CNN Indonesia membongkar, justru banyak bermunculan waralaba dengan konsep baru kala pandemi.

Para pengusaha ini memanfaatkan budaya FOMO alias fear of missing out. Salah satunya perasaan cemas dan ketakutan masyarakat atas pandemi Covid-19. Hasilnya, model baru ini mendapat sambutan positif dari konsumen.

"Selama ada sesuatu yang baru dan unik yang ditawarkan ke konsumen, maka mereka akan berusaha untuk menjadi yang pertama untuk mencoba," ujar Haris Fajar, Jumat, 27 November 2020.

Alasan Franchise Diminati

Banyak yang setuju, usaha dalam bentuk franchise banyak diminati karena kemudahannya. Waralaba juga termasuk dalam kategori usaha yang gampang diterima masyarakat.

Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) sekaligus Ketua Pengembangan Resto Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Susanty Widjaya kepada Kompas.com mengatakan, membuka bisnis franchise relatif lebih mudah dan sederhana ketimbang membangun usaha dari nol.

"Khususnya bagi pengusaha yang pemula, membuka bisnis franchise tidak perlu pusing-pusing lagi memikirkan dari A sampai Z. Tapi, tinggal mengikuti sistem dan prosedur, sudah ada SOP, jadi tinggal ngikutin," kata Susanty, Kamis 14 Januari 2021.

Selain itu, ada sejumlah alasan franchise diminati banyak orang dilansir diulas oleh Asprayfranchise.co.uk. 

1. Pengakuan merek

Kebanyakan orang, ketika berbelanja lebih suka menuju ke tempat-tempat yang memiliki reputasi baik, bisnis yang mereka rasa dapat dipercayai. Tidak semua orang akan masuk dan berbelanja di toko atau restoran yang tak familier.

2. Produk dan layanan yang telah dikenal

Ketika produk dan layanan sudah diketahui khalayak ramai, kamu tak perlu takut. Sebab, calon konsumen kamu sudah tahu jenis dan kualitas produk atau layanan yang kamu tawarkan. Bahkan, sebelum mereka memilih barang.

Misalnya, ketika pelangan datang ke waralaba restoran, banyak orang menikmati menu standar yang ditawarkan karena sudah akrab dengan lidahnya. Hal ini memudahkan konsumen dalam memesan dan memilih makanan.

3. Tata letak dan desain yang sama

Ada sesuatu yang khas tentang standar layanan franchise yaitu tata letak dan desain yang sama. Motif warna dan gaya desain interior yang dapat dikenali juga menambah tingkat kenyamanan pelanggan kamu memilih layanan franchise.

4. Menawarkan inovasi

Bagi konsumen yang benar-benar suka petualangan, semua kesamaan yang di ulas di poin-poin di atas, mungkin tidak menarik. Tetapi tunggu dulu, ada hal unik tentang waralaba yang dapat memuaskan rasa petualangan tersebut. Yakni inovasi.

Waralaba kerap mengombinasikan keakraban dan inovasi. Mereka terus-menerus menciptakan produk dan layanan baru untuk ditawarkan bersama dengan layanan favorit yang sudah ada. Itulah sebabnya waralaba begitu populer.

Keuntungan dan Kerugian Franchise

Lalu apa kelebihan dan kekurangan bisnis franchise? Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangannya, kamu juga bisa mengatur strategi agar siap dalam mulai membangun usaha franchise. Liputan6.com menyebut ada 4 kelebihan dan kekurangan bisnis waralaba, apa saja itu?

Kelebihan

  • Bisnis telah terbangun dan teruji serta terrealisasi dengan baik sehingga dapat membuat kamu terhindar dari kegagalan bisnis.
  • Bisnis tersebut sudah dikenal oleh masyarakat sehingga kamu tidak perlu bersusah payah untuk melakukan pemasaran.
  • Manajemen finansial yang mudah karena franchisor telah menetapkan sistemnya dari awal kerja sama (misalnya dengan pemasok, pihak pemasaran atau iklan) dan memudahkan franchisee untuk meneruskannya.
  • Dukungan beragam yang diberikan oleh franchisor  (pelatihan mengenai proses pemasaran, finansial dan tips dalam menjalankan usaha).


Kekurangan

  • Kamu memiliki kendali minim atas bisnis karena sistem telah ditentukan sejak awal kerja sama.
  • Ketergantungan pada supplier yang telah ditentukan franchisor, walaupun kita mendapatkan pemasok dengan harga yang lebih murah.
  • Ketergantungan pada reputasi waralaba lain dengan merek sama. Jika ada waralaba lain yang melakukan kesalahan hingga merusak reputasi merek dagang franchise tersebut, usahamu pun akan terdampak karena nama dagang yang sama.
  • Biaya waralaba yang beragam seperti biaya pembelian merek dagang di awal perjanjian serta biaya lanjutan untuk dukungan dan pelatihan.

Lalu, bagaimana memilih master franchise alias franchisor jika ingin memulai usaha jenis ini? Terlebih, saat ini banyak sekali franchisor yang menawarkan kerja sama dengan beragam modal awal.

Kamu tak perlu bingung, Usahawan.

Yuk gabung ke Ekosistem Qasir. Ekosistem Qasir ini mengumpulkan master franchise yang sudah terkurasi. Jadi tak perlu takut kena tipu franchisor nakal di sini.

Kamu pun dapat memilih salah satu di antaranya ketika berniat membeli kemitraan waralaba yang sesuai dengan minat dan anggaranmu.

Jadi, tunggu apa lagi? Kamu bisa menanyakannya lebih lanjut soal Ekosistem Qasir ini melalui Live Chat dalam menu Bantuan di laman Qasir lho.

Baca juga:

 

Share artikel ini