Pada Selasa, 3 November 2026, Hotel Swiss-Belinn Modern Cikande di Kabupaten Serang dipenuhi meja exhibisi. Di ruangan itu ada 69 perusahaan yang sudah biasa mengirim produk ke luar negeri. Untuk sebuah kabupaten, jumlah itu bukan angka kecil. Artinya sudah banyak pelaku usaha kecil di sana yang melewati tahap sekadar berjualan di pasar.
Salah satu yang paling menarik untuk dicatat adalah keramik. Pada acara yang sama, Bupati Kabupaten Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyebut ada kerajinan keramik berupa gelas yang sudah diekspor ke Taiwan dan Abu Dhabi. Yang lebih menarik lagi, pengerjaan keramik itu masih memakai cara tradisional, terutama pada tahap pemolesan dan pewarnaan. Jadi produk yang dikirim ke dua negara itu bukan hasil mesin sepenuhnya, melainkan hasil ketelitian tangan.
Arahnya sebenarnya sudah cukup jelas. Menurut Bupati, untuk bisa masuk pasar yang lebih luas, UMKM tidak cukup menambah produksi. Ada empat hal yang harus dijaga: kualitas dan konsistensi produk, kemasan, kelengkapan perizinan, serta kepastian pasokan. Empat hal inilah yang jadi pegangan utama bagi siapa pun yang ingin bertahan di industri keramik Cikande.
Kalau Anda punya bengkel keramik kecil di Cikande atau di sekitar Rangkasbitung, kabar ini layak dicatat. Bukan karena pasar ekspor langsung terbuka, tetapi karena ada contoh nyata bahwa produk keramik buatan tangan dengan pengerjaan tradisional masih punya pembeli, asal kualitas, kemasan, dan legalitasnya ikut dijaga. Artikel ini membahas tiga langkah praktis untuk jualan keramik tradisional di Cikande, lengkap dengan cara menghitung modal, menjaga legalitas, dan memilih kanal penjualan yang paling masuk akal.
Tip 1: Jaga Kualitas Keramik Tradisional agar Tetap Punya Nilai Jual
Sebelum bicara pasar, urus dulu produknya sendiri. Keramik Cikande yang lolos ke buyer luar negeri tetap dikerjakan dengan pemolesan dan pewarnaan manual. Itu bukan sekadar sisi sentimental, tapi cara kerja yang jadi pembeda produk lokal dengan barang pabrikan.
Buat standar produk yang bisa diulang setiap batch
Bengkel keramik pada umumnya punya produk andalan: gelas, mangkuk, piring, vas, atau souvenir. Yang sering terjadi, standar itu hanya ada di kepala pengrajin. Begitu ada yang minta warna sedikit berbeda atau ukurannya meleset, produk langsung dianggap tidak sama.
Cara paling murah untuk menghindari itu adalah menuliskan spesifikasi sederhana, misalnya:
- Diameter dasar dan tinggi produk dalam sentimeter
- Warna dasar dan warna poles yang dipakai
- Ketebalan pinggiran dan kondisi glossy atau doff
- Batas toleransi kecil yang masih dianggap layak
Spesifikasi yang tertulis membuat produksi berikutnya bisa diulang dengan hasil serupa, sehingga pembeli tidak perlu memeriksa satu per satu setiap kali pesanan masuk.
Hitung biaya per batch, bukan per kilogram bahan baku
Keramik tidak hanya soal tanah liat. Satu gelas bisa melewati banyak tahap: pencetakan, pengeringan, pembakaran, pemolesan, pewarnaan, lalu pengemasan. Kalau biaya dihitung per kilogram bahan baku saja, angka yang muncul di kepala sering jauh lebih rendah dari biaya sebenarnya.
| Komponen biaya | Yang perlu diperhitungkan |
|---|---|
| Bahan baku | Tanah liat, pasta, glasir, dan bahan pewarna |
| Energi | Gas atau listrik untuk pembakaran, serta oven pengering |
| Tenaga kerja | Waktu pencetakan, pemolesan, dan pewarnaan per unit |
| Kemasan | Karton, busa pelindung, label, dan bahan penguat untuk kirim jauh |
| Susut dan kerusakan | Produk yang retak atau pecah saat pembakaran dan pengiriman |
| Biaya lain | Sewa bengkel, listrik, dan transport |
Jumlahkan semuanya, lalu bagi dengan jumlah produk layak jual dari satu batch. Angka inilah yang jadi dasar harga jual, bukan sekadar angka bahan. Cara menghitung untung dengan lebih rinci sudah dibahas di artikel cara menghitung untung usaha.
Pakai nama merek dan kemasan yang mudah diingat
Produk yang diberi merek sendiri lebih mudah dijual ulang ke pembeli yang sama. Untuk pasar ekspor, kemasan juga punya fungsi teknis, bukan cuma tampilan. Karton perlu cukup kuat, setiap unit perlu dilapisi agar tidak saling beradu, dan label harus memuat identitas produsen serta keterangan produk yang jelas.
Label yang rapi dan konsisten membuat produk langsung terlihat layak, dan ini sering menjadi alasan pembeli memilih satu pemasok untuk jangka panjang.
Tip 2: Urus Legalitas dan Perizinan sebelum Jauh ke Pasar Besar
Banyak UMKM keramik berhenti di pasar lokal dan pasar raya. Bukan karena produknya kurang bagus, tetapi karena dokumen usaha dan perizinannya belum siap. Kelengkapan dokumen membuat pembeli tidak ragu untuk memesan dalam jumlah besar.
Pilih dulu produk Anda termasuk kategori yang wajib SNI atau tidak
Ada perbedaan besar antara keramik hias dan keramik yang dipakai untuk makan dan minum. Untuk keramik berglasir yang berfungsi sebagai alat makan dan minum, berlaku Standar Nasional Indonesia secara wajib melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 14 Tahun 2025, dengan standar acuan SNI 7275:2022. Produk yang masuk kategori ini wajib menyertakan sertifikat SNI, izin penggunaan tanda SNI, dan tanda elektronik.
Sebaliknya, keramik dekoratif seperti vas, arsir, atau patung tidak masuk kategori wajib SNI tersebut. Jadi langkah pertama untuk UMKM keramik Cikande adalah memastikan produk yang dijual termasuk yang mana, karena cara mengurusnya berbeda.
| Jenis produk | Status standar | Yang perlu disiapkan |
|---|---|---|
| Keramik berglasir untuk makan dan minum | SNI 7275:2022 wajib lewat Permenperin 14 Tahun 2025 | Sertifikat SNI, SPPT SNI, dan tanda elektronik pada produk |
| Keramik dekoratif seperti vas dan arsir | Tidak masuk kategori wajib SNI di atas | NIB, izin usaha sesuai bentuk usaha, dan standar mutu internal |
| Produk yang dikemas dan dijual langsung ke konsumen | Status mengikuti jenis produk utamanya | Label lengkap, mencantumkan produsen, dan komposisi bahan |
Detail lengkap aturan wajib SNI keramik bisa dibaca di Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 14 Tahun 2025.
Lengkapi NIB dan izin dasar sebelum produksi naik
Banyak transaksi antar UMKM di Cikande masih berjalan tanpa dokumen lengkap, termasuk saat menjual ke reseller. Padahal NIB yang terbit dari OSS adalah pondasi legalitas yang paling sering ditanyakan pembeli dari luar daerah.
Langkah praktisnya sederhana: urus NIB sesuai bentuk usaha, lalu cek apakah ada izin tambahan yang menyangkut lokasi produksi, seperti izin lingkungan untuk kegiatan pembakaran. Setelah itu, rapikan pencatatan transaksi agar setiap penjualan punya bukti. Cara mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan rapi sudah dibahas di artikel cara mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha.
Tip 3: Pilih Kanal Jualan yang Sesuai dengan Tahap Usaha
Di Cikande sendiri, produk keramik punya banyak jalan menuju pembeli. Kanal mana yang dipilih bergantung pada kapasitas produksi dan kekuatan legalitas yang sudah dimiliki.
Mulai dari pasar lokal, pasar raya, dan bazar
Bengkel keramik di Cikande dan Rangkasbitung biasanya sudah punya pelanggan sendiri, yaitu toko dekorasi, kedai, dan pedagang kaki lima. Pelanggan seperti ini punya satu kelebihan: mereka datang langsung tanpa biaya kirim dan tanpa perantara yang memotong harga.
Yang perlu disiapkan untuk kanal ini cuma satu: etalase produk yang rapi beserta harga yang jelas. Tampilan yang rapi membuat pembeli lebih sulit kecewa, dan harga yang tertulis jadi bahan negosiasi yang sehat.
Tambahkan juga catatan pelanggan di setiap transaksi. Pelanggan yang pernah membeli gelas keramik dari Cikande biasanya akan membeli lagi, asal Anda ingat kapan dia memesan dan produk apa yang dia suka. Cara menyimpan data pelanggan agar mereka kembali belanja sudah dibahas di artikel pentingnya data pelanggan untuk UMKM.
Buka Toko Daring dan Marketplace setelah Produk Siap
Penjualan daring menjangkau pembeli di luar Banten tanpa perlu toko fisik. Untuk produk keramik, keunggulannya ada pada tampilan: foto produk yang terang, ukuran yang terlihat jelas, dan informasi warna yang akurat. Semua itu membuat pembeli lebih yakin sebelum memesan.
Sebelum memilih kanal, ada satu hal yang perlu dicek: apakah produk Anda sudah bisa dikirim dengan aman. Keramik mudah retak, jadi lapisan bubble wrap, karton yang tepat, dan pengujian pada satu paket sebelum kirim massal.
| Kanal jualan | Siapa pembelinya | Yang perlu disiapkan |
|---|---|---|
| Pasar lokal dan bazar | Konsumen umum, pedagang kaki lima | Etalase rapi, harga jelas, dan stok siap |
| Toko dekorasi dan kedai | Pemilik toko yang mencari produk berbeda | Katalog produk, harga grosir, dan sample |
| Marketplace dan toko daring | Konsumen dari luar daerah | Foto produk, deskripsi, dan kemasan kuat |
| Eksportir atau pembeli luar negeri | Perusahaan yang sudah pengalaman ekspor | NIB, izin produk, kemasan, dan spesifikasi tertulis |
Kalau Anda sudah punya produk yang kualitasnya jelas, satu langkah berikutnya adalah menyiapkan harga grosir untuk pembeli yang mengambil dalam jumlah banyak. Cara menerapkan harga grosir ada di artikel tips memakai fitur harga grosir.
FAQ: Pertanyaan Seputar UMKM Keramik Cikande
Apakah keramik Cikande sudah bisa diekspor?
Bisa. Pada Gebyar Produk Ekspor Kabupaten Serang di Cikande pada 3 November 2026, tercatat 69 perusahaan eksportir. Di antaranya ada keramik gelas yang sudah dikirim ke Taiwan dan Abu Dhabi, dengan tahap pemolesan dan pewarnaan masih dikerjakan secara tradisional.
Apakah semua keramik wajib memiliki SNI?
Tidak semuanya. Menurut Permenperin 14/2025, SNI 7275:2022 berlaku wajib untuk keramik berglasir yang dipakai sebagai alat makan dan minum, sedangkan produk dekoratif tidak masuk kategori wajib. Rincian ketentuan lengkapnya bisa dibaca pada Permenperin 14 Tahun 2025.
Berapa modal yang dibutuhkan untuk mulai produksi keramik?
Tidak ada angka tunggal, karena modal bergantung pada skala dan jenis produk. Yang perlu dihitung sejak awal adalah biaya per batch produksi, bukan hanya biaya bahan baku per kilogram. Cara menghitung untung dari data penjualan sudah dibahas di artikel cara menghitung untung usaha, sedangkan cara mencari modal tambahan ada di artikel fitur pendanaan modal di Qasir.
Bagaimana cara mendapatkan pembeli dari luar negeri?
Umumnya lewat eksportir atau distributor yang sudah punya pembeli di luar negeri, sehingga pelaku usaha cukup menyiapkan produk yang sesuai standar, kemasan rapi, dan legalitas lengkap. Kesempatan juga bisa datang lewat showcase dan bazar ekspor daerah, seperti yang berlangsung di Cikande pada 3 November 2026.
Apakah keramik buatan tangan masih bisa bersaing dengan produk mesin?
Bisa, karena yang dicari pembeli bukan hanya volume, tetapi juga ciri khas pengerjaan tangan dan desain lokal. Syaratnya kualitasnya konsisten antar batch dan kemasannya rapi. Salah satu produk paling laku bisa dicari lewat data penjualan.
Tips Bisnis dan Keuangan untuk Pelaku Keramik di Cikande
Industri keramik punya ciri khusus: satu batch produksi bisa memakan bahan baku, listrik, gas, dan tenaga kerja sekaligus, tapi uangnya baru masuk setelah produk terjual. Kalau uang dari batch sebelumnya sudah dipakai untuk batch berikutnya, Workshop jadi berhenti di tengah jalan.
Pisahkan kas usaha dari kas rumah tangga sejak hari pertama
Banyak bengkel keramik mencampur uang usaha dengan kebutuhan pribadi. Akibatnya, saat akhir bulan uang terlihat ada padahal beban usaha belum tertangani. Pisahkan sejak awal, catat setiap pemasukan dan pengeluaran, lalu sisihkan bagian untuk bahan baku batch berikutnya.
Fitur rekap kas di aplikasi kasir digital membantu memisahkan uang masuk dari penjualan dan uang keluar untuk pembelian tanah liat, gas, atau bahan pengemas, tanpa perlu menghitung manual. Cara lengkapnya ada di artikel cara mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha.
Hitung titik impas sebelum menambah produksi
Banyak bengkel keramik menambah batch produksi karena pesanan banyak. Tapi pesanan banyak belum tentu berarti untung, terutama kalau harga jual ditekan terlalu rendah untuk menutup biaya bahan baku, gas, dan tenaga kerja.
Hitung dulu berapa unit yang harus terjual untuk menutup biaya tetap dalam satu periode, seperti sewa bengkel, listrik, dan ongkos tenaga kerja tetap. Baru sesudah angka itu jelas, Anda tahu berapa tambahan produksi yang benar-benar aman. Jika butuh modal tambahan, jalur pembiayaannya bisa dilihat di artikel KUR UMKM 2026 dan fitur pendanaan modal di Qasir.
Sisakan dana darurat dan tinjau hutang secara berkala
Industri keramik punya siklus yang tidak merata. Pembayaran dari reseller sering datang setelah barang dikirim, sementara bahan baku harus dibayar di muka. Karena itu, sisakan dana darurat yang cukup untuk menutup satu siklus produksi, lalu tinjau daftar hutang setiap bulan agar tidak menumpuk diam-diam.
Kesimpulan
Gebyar Produk Ekspor Kabupaten Serang pada 3 November 2026 di Cikande menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, ada 69 perusahaan di Kabupaten Serang yang sudah terbiasa mengirim produk ke luar negeri. Kedua, keramik gelas yang dikirim ke Taiwan dan Abu Dhabi masih dikerjakan dengan pemolesan dan pewarnaan tradisional. Artinya pengerjaan tangan tidak harus kalah bersaing di pasar luar negeri, asal kualitas, kemasan, perizinan, dan kepastian pasokan dijaga.
Kalau diringkas, ada enam hal yang perlu dikerjakan oleh pelaku usaha keramik Cikande:
- Jaga kualitas yang konsisten antar batch, bukan hanya bagus di batch pertama
- Hitung biaya per batch, bukan per kilogram bahan baku
- Pakai nama merek dan kemasan yang mudah diingat
- Pastikan produk Anda masuk kategori SNI yang benar, lalu lengkapi NIB dan izin dasar
- Pilih kanal jualan sesuai tahap usaha, mulai dari pasar lokal dan bazar
- Pisahkan kas usaha dari kas rumah tangga, hitung titik impas, dan sisakan dana darurat
Semua langkah itu butuh satu hal yang sama: catatan yang rapi. Mulai hari ini, catat setiap penjualan, setiap pembelian bahan baku, dan setiap pengeluaran usaha. Catatan itulah yang membuat kamu bisa menghitung untung, mengatur harga grosir, dan tawarkan sendiri ke pembeli yang lebih besar.
Kelola Jualan Keramik Cikande Lebih Mudah dengan Fitur Qasir
Pengelolaan usaha keramik punya banyak bagian yang harus dicatat: stok yang belum terjual, bahan baku yang terpakai, harga grosir, dan catatan pelanggan. Semua itu bisa ditangani dari satu aplikasi kasir digital, tanpa buku pisah-pisah.
Kasir digital untuk transaksi di bengkel dan bazar
Saat jualan di bazar atau menerima pesanan di tempat, transaksi sering dicatat di buku atau ingatan. Aplikasi kasir digital membuat setiap penjualan tercatat otomatis, lengkap dengan struk untuk pelanggan.
Manajemen stok untuk bahan baku dan produk jadi
Keramik punya dua jenis stok: bahan baku yang harus dibeli sebelum produksi, dan produk jadi yang menunggu pembeli. Fitur manajemen stok membantu mengurangi risiko bahan baku habis tanpa disadari, sekaligus memberi tahu produk jadi yang sudah lama menganggur di rak.
Harga grosir untuk pembeli yang mengambil banyak
Reseller dan toko dekorasi biasanya membeli dalam jumlah banyak dengan harga yang lebih rendah per unit. Di Qasir, harga grosir bisa diatur langsung pada produk, jadi tim yang menjual tidak perlu menghitung ulang harga setiap kali ada pesanan besar.
Varian produk untuk keramik dengan banyak ukuran dan warna
Gelas yang sama bisa punya beberapa ukuran dan beberapa pilihan warna. Fitur variasi produk membuat semua itu tersimpan rapi dalam satu item, sehingga kasir tidak salah memilih varian saat melayani pelanggan.
Laporan penjualan dan laba untuk melihat produk mana yang untung
Bagian yang paling sering luput adalah melihat produk mana yang benar-benar menghasilkan keuntungan. Dengan laporan penjualan dan laba, Anda bisa melihat produk keramik apa yang paling laku dan berapa margin per produk.
Data pelanggan untuk menjaga pembeli yang sudah pernah belanja
Pembeli keramik yang sudah pernah menyukainya produk Anda cenderung kembali, dan banyak dari mereka lebih suka diberi tahu produk baru yang tersedia.
Fitur pelanggan di Qasir menyimpan riwayat belanja, sehingga Anda tahu produk apa yang sering dibeli dan kapan harus menawarkan produk baru. Cara memanfaatkan fitur ini dibahas di artikel pentingnya data pelanggan untuk UMKM.
Download Qasir gratis di Play Store atau App Store, dan mulai rapikan pencatatan jualan keramik Anda hari ini juga.