Pada 27 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan melepas ekspor perdana 40 ton terasi udang rebon dari UMKM Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, ke Thailand. Nilainya sekitar Rp230 juta. Pengiriman ini penting karena produknya berasal dari tangkapan laut lokal yang selama ini dianggap bernilai jual rendah.
Asahan punya modal alam yang luar biasa. Kabupaten ini membentang sekitar 56 kilometer di Selat Malaka, dan produksi perikanan tangkapnya mencapai 50.658 ton hingga September 2026. Dari angka tersebut, lahirlah ekosistem usaha pengolahan hasil laut, termasuk terasi udang rebon yang kini mulai diburu pembeli mancanegara.
Artikel ini membahas cara UMKM terasi di Asahan menghitung HPP, memenuhi standar ekspor, dan membaca pasar luar negeri, ditambah kearifan lokal yang menjadi fondasi industri ini sejak dulu.
Ekspor Terasi UMKM Asahan: Peluang dari Pesisir 56 Kilometer
Data resmi Pemerintah Kabupaten Asahan menunjukkan pertumbuhan ekspor terasi yang konsisten:
| Indikator | 2025 | 2026 (s.d. September) |
|---|---|---|
| Volume ekspor terasi | 1.897,7 ton | 2.758,5 ton |
| Nilai ekspor terasi | sekitar Rp21 miliar | sekitar Rp34 miliar |
| Produksi perikanan tangkap | - | 50.658 ton |
| Ekspor perdana ke Thailand | - | 40 ton / Rp230 juta (27 Okt 2026) |
Sumber: Pemerintah Kabupaten Asahan, dikutip KKP dan ANTARA. Volume dan nilai mencakup periode pelaporan yang berbeda.
Volume ekspor terasi Asahan naik sekitar 45 persen dalam sembilan bulan pertama 2026. Lebih menarik, pasar terasi Nusantara sendiri sudah menjangkau empat benua dan 14 negara. Artinya produk ini bukan hanya untuk pasar domestik, jalur menuju pembeli global sudah terbukti ada.
Kearifan Lokal Asahan: Mengubah Tangkapan Bernilai Rendah Jadi Produk Bernilai
Ada alasan teknis kenapa udang rebon, yaitu udang kecil yang nilai dagangnya rendah, bisa berubah menjadi produk bernilai tinggi yang diekspor. Rahasianya bukan teknologi mahal, tapi pengetahuan turun-temurun masyarakat pesisir Asahan.
Prinsip 1: Manfaatkan yang Ada, Bukan Membuang yang Murah
Udang rebon melimpah saat musim tertentu, dan harganya jatuh karena pembeli rumah tangga cenderung memilih udang yang lebih besar. Daripada dibiarkan membusuk, masyarakat pesisir mengolahnya menjadi terasi. Inilah prinsip sederhana yang menopang nilai tambah industri Asahan: mengubah hasil bernilai rendah menjadi produk bernilai lebih tinggi, lengkap dengan pasarnya sendiri.
Prinsip 2: Proses Sederhana yang Butuh Disiplin
Fermentasi, pengeringan, penggilingan, pengemasan. Tahapannya sederhana dan alatnya bisa dibuat sederhana. Tapi justru di sinilah kualitas ditentukan: kadar air, aroma, tekstur, dan konsistensi. Pengalaman turun-temurun di daerah inilah yang menghasilkan standar rasa yang dicari pembeli mancanegara.
Prinsip 3: Kemasan Menentukan Pasar Mana yang Bisa Dimasuki
Untuk pasar domestik, kemasan sederhana dalam kemasan plastik kecil sudah laku. Untuk ekspor, syaratnya jauh lebih ketat: label memuat komposisi, berat bersih, tanggal produksi, masa kedaluwarsa, nomor izin, dan negara asal. Dua produk dengan rasa sama bisa masuk kelas pasar yang sangat berbeda karena kemasan dan legalitasnya.
Perlu digarisbawahi, ekspor menuntut standar yang berbeda dari pasar domestik. Penjelasan lengkap tentang persyaratan halal untuk produk pangan bisa dibaca di artikel sertifikasi halal untuk UMKM.
Industri Unggulan Asahan Lainnya: Sepatu Bunut, Sabut Kelapa, dan Kerupuk Kulit Pisang
Terasi bukan satu-satunya industri di Kabupaten Asahan. Pada gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026, paviliun Kabupaten Asahan menampilkan lebih dari 50 produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, wastra tradisional, sampai kerajinan tangan. Empat industri di bawah ini berbagi satu kearifan lokal: jangan jual yang mentah, olah dulu sampai jadi produk siap pakai.
1. Sepatu Bunut: Ikon Industri Rumah Tanggan Sejak 1998
Industri sepatu rumahan di Kelurahan Bunut dan Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat, tumbuh sejak 1998. Ciri khasnya model tanpa tali dan tanpa tumit, dengan teknik pemasangan kulit dari bagian tapak menuju bagian atas sehingga produknya lebih kuat dan tahan lama. Para pengrajin masih memproduksi sekaligus memasarkan hasil karyanya secara mandiri lewat rumah produksi dan toko milik sendiri.
2. Sabut Kelapa: Limbah yang Dioleh Jadi Produk Bernilai
Kabupaten Asahan memiliki sekitar 20.000 hektare tanaman kelapa yang tersebar di Silau Laut, Air Joman, Tanjung Balai, dan Sei Kepayang. Pada Februari 2026, produksi sabut kelapa yang dikelola PT Hijau Surya Biotechindo sudah menembus pasar ekspor ke Tiongkok. Berawal dari keprihatinan atas sabut kelapa yang selama ini hanya menjadi limbah, sekarang limbah itu diolah menjadi media tanam, jok mobil, tempat tidur, hingga keset kaki.
3. Kerupuk Kulit Pisang: Produk Terlaris Sejak 2023
Selain dua industri di atas, paviliun Asahan menampilkan kerupuk kulit pisang yang diperkenalkan sejak 2023 dan menjadi salah satu produk paling laris. Di balik produk sederhana itu ada prinsip yang sama: memanfaatkan bahan baku yang melimpah di sekitar, lalu mengemasnya dengan rapi supaya punya nilai jual dan daya saing lebih tinggi.
Pelaku usaha di Asahan bisa mengambil satu pelajaran dari sini: satu daerah bisa punya banyak industri, dan prinsip bisnis di balik tiap industri itu mirip. Kalau satu produkmu masih dijual dalam bentuk mentah, mengolahnya satu tahap lebih dulu bisa menaikkan nilai jual tanpa menambah bahan baku.
5 Syarat Supaya Terasi Asahan Bisa Diekspor
1. Mutu dan Keamanan Pangan Terjamin
Ekspor terasi berada di bawah pengawasan BPPMHKP. Produk perlu memenuhi standar mutu hasil kelautan dan perikanan, mulai dari higiene proses, kadar cemaran, sampai residu yang diperbolehkan negara tujuan. Standar inilah yang membuat produk lokal bisa diterima di luar negeri.
2. Label dan Kemasan Sesuai Aturan Negara Tujuan
Setiap negara punya aturan label berbeda. Umumnya wajib memuat nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal produksi dan kedaluwarsa, serta nomor izin. Untuk standar Uni Eropa dan Amerika, daftar bahan dan klaim kondisi penyimpanan juga menjadi bahan negosiasi dengan importir.
3. Legalitas Usaha Terdaftar
NIB, izin PIRT atau izin industri pangan yang berlaku, NPWP, dan sertifikat halal untuk negara tujuan tertentu. Legalitas yang rapi membuat pemasok masuk daftar kualifikasi pembeli dan eksportir.
4. Kemasan Tahan Lama dan Transportasi Jauh
Terasi dikirim lintas laut dengan container. Kemasan perlu mencegah rembes dan kerusakan, karena pengiriman bisa memakan waktu berminggu-minggu. Pembeli besar biasanya tidak bisa menerima kompromi soal kondisi kemasan saat barang tiba.
5. Logistik dan Pembayaran Internasional
Kerja sama dengan eksportir atau freight forwarder, penanganan bea masuk, kesepakatan incoterms, dan pilihan pembayaran internasional semuanya perlu direncanakan sebelum batch produksi dibuat.
Cara Menghitung Harga Ekspor Terasi Asahan
Banyak UMKM baru di ekspor menghitung harga dengan cara terbalik: menentukan target margin dulu, baru mencari HPP. Urutan yang lebih aman justru sebaliknya, hitung dulu HPP per kilogram terasi jadi, lalu tambahkan komponen lain satu per satu.
HPP per kg = (total biaya produksi satu batch) : (jumlah kg terasi jadi)
Lalu tambahkan komponen-komponen berikut secara berurutan:
| Komponen | Yang Perlu Disiapkan |
|---|---|
| Bahan baku (udang rebon) | Harga pasar lokal, fluktuasi menurut musim |
| Tenaga kerja | Upah penjemputan, sortir, pengeringan, penggilingan |
| Energi dan alat | Bahan bakar, listrik, biaya mesin giling |
| Kemasan | Plastik, label, karton, dan biaya cetak label |
| Biaya overhead | Alat tulis, transport bahan baku, penyusutan |
| Bea masuk | Nilai pungutan sesuai HS code di negara tujuan |
| Margin | Potongan harga pasar internasional dikurangi margin eksportir |
Tabel di atas adalah struktur komponen biaya, bukan harga pasar. Hitung dengan data aktual usaha kamu. Cara menghitung laba bersih dari data penjualan ada di artikel cara menghitung untung usaha.
Tips Bisnis dan Keuangan untuk UMKM Terasi Asahan
Ekspor mengubah ritme pembayaran, bukan hanya tempat jualan. Beberapa hal penting untuk disiapkan sebelum batch pertama dikirim:
1. Pisahkan Kas Produksi dan Kas Ekspor
Udang rebon dibayar saat dibeli, tapi uang dari pembeli luar negeri biasanya masuk setelah barang dikirim dan diterima. Selisih kas seperti ini harus ditutup dari modal sendiri atau pinjaman. Pisahkan pencatatan kas produksi dan kas ekspor supaya kamu tahu pasti berapa dana yang tertahan di proses. Cara memisahkan keduanya ada di panduan catat pemasukan dan pengeluaran usaha.
2. Hitung HPP per Batch, Bukan per Kilogram
Setiap batch rebon punya kadar air dan ukuran yang berbeda, sehingga yield terasi juga berbeda. Hitung HPP per batch, lalu rata-ratakan untuk memroyeksikan batch berikutnya. Cara ini mencegah salah harga ketika rebon sedang murah tetapi yield-nya turun.
3. Simpan Rekam Jejak Pembeli per Negara
Catat siapa yang membeli, negara tujuan, tipe pembeli seperti eksportir atau distributor, dan termin pembayaran. Repeat order pada ekspor biasanya datang dari pembeli yang sudah merasa nyaman, dan mereka hanya kembali ke pemasok yang punya catatan rapi. Lihat cara memanfaatkan data penjualan untuk keputusan bisnis.
4. Siapkan Cadangan untuk Mutu dan Kemasan
Salah satu alasan pengiriman ditolak adalah kemasan rembes atau kadar air di luar standar. Sisakan dana untuk perbaikan kemasan dan pengujian mutu sebelum kirim, jangan menunggu barang sudah di dalam container.
FAQ: Pertanyaan Seputar Ekspor Terasi Asahan
Apakah ekspor terasi Asahan ke Thailand sudah rutin?
Pengiriman 40 ton pada Oktober 2026 merupakan ekspor perdana, dan pemerintah daerah berharap pengiriman berikutnya bisa dilakukan secara rutin. Pasar terasi Nusantara secara keseluruhan sudah menjangkau 14 negara, jadi jalur menuju pasar global tersedia.
Berapa nilai ekspor terasi Asahan?
Menurut data Pemerintah Kabupaten Asahan, ekspor terasi pada 2025 mencapai 1.897,7 ton dengan nilai sekitar Rp21 miliar. Pada 2026 sampai September, volumenya naik menjadi 2.758,5 ton dengan nilai sekitar Rp34 miliar.
Apakah terasi wajib punya sertifikat halal untuk ekspor?
Sertifikat halal sangat disarankan dan menjadi syarat di beberapa negara tujuan serta pada kanal ritel modern. Ketentuan spesifik mengikuti aturan negara penerima. Proses pengajuannya dibahas di artikel sertifikasi halal untuk UMKM.
Apakah UMKM kecil bisa ekspor sendiri?
Bisa. Banyak UMKM ekspor melalui eksportir yang membeli dan menjual ke luar negeri, sehingga UMKM cukup fokus pada produksi, kualitas, dan kemasan. Pendampingan ekspor tersedia melalui program seperti ECP Nasional 2026 dan InaExport.
Berapa lama proses ekspor dari Indonesia?
Tergantung mode pengiriman dan proses di negara tujuan. Pengiriman laut memerlukan waktu berminggu-minggu, sementara itu kelengkapan dokumen dan prosedur customs juga bisa memakan waktu berminggu-minggu. Rencanakan dari jauh hari, jangan menunggu mendekati waktu kirim.
Kesimpulan
Ekspor 40 ton terasi udang rebon dari UMKM Asahan ke Thailand pada Oktober 2026 menunjukkan satu hal: produk olahan lokal dari Kabupaten ini punya pasar yang tidak terbatas pada pasar domestik. Volume ekspor 2026 yang naik ke 2.758,5 ton dengan nilai Rp34 miliar memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menaikkan omzet secara signifikan.
Yang perlu disiapkan sebagian besar hal non-teknis: hitung HPP dengan rapi, patuhi standar mutu dan label, jaga legalitas usaha, dan atur kas produksi versus kas ekspor. Data penjualan yang tercatat rapi membuat kamu lebih mudah diluluskan pembeli dan lebih siap naik kelas. Gambaran umum mengenai UMKM Indonesia ada di studi kondisi UMKM Indonesia 2026.
Kelola Keuangan Usaha Lebih Mudah dengan Fitur Qasir
Industri terasi punya rantai catatan yang jelas: pembelian rebon, hasil produksi per batch, catatan pembayaran pembeli, dan penggunaan biaya operasional. Qasir membantu semuanya tercatat rapi:
- Kasir digital - catat transaksi penjualan dan pembelian harian secara otomatis, tanpa rekap manual
- Laporan penjualan dan laba real-time - pantau omzet, margin per batch, dan produk yang paling menguntungkan
- Manajemen stok - kendalikan stok rebon, terasi jadi, dan bahan kemasan sekaligus
- Kas Masuk/Kas Keluar dan Rekap Kas - pisahkan kas produksi, kas operasional, dan kas yang tertahan di proses ekspor
- Riwayat transaksi per pembeli - lihat catatan tiap buyer untuk memudahkan repeat order dan negosiasi harga
Download Qasir gratis di Play Store atau App Store, dan siapkan kas bisnis Asahan-mu untuk menjangkau pasar global.