Event

Daftar AKI 2022 dan Jadilah Ikon Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif

18 Mar 2022, Ditulis oleh Bentangku

Daftar AKI 2022 dan Jadilah Ikon Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif

Kamu punya usaha kreatif di bidang kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, film, dan musik? Ingin usaha kreatifmu makin berkembang?

Jika jawabannya “Iya,” jangan sampai melewatkan Apresiasi Kreasi Indonesia atau AKI 2022, Usahawan.

AKI 2022 telah dibuka, lho. Ajang ini menjadi tempatmu untuk mengembangkan jejaring dan memperluas pangsa pasarmu. Juga berkompetisi menjadi ikon produk dan karya penggerak ekonomi bangsa.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan AKI diselenggarakan untuk menemukan sosok pengusaha dan produk baru penggerak ekonomi kreatif yang bisa membanggakan Indonesia.

“Tak hanya di seluruh nusantara, tapi di mata dunia. AKI adalah wadah untuk produk-produk Indonesia menunjukkan pesonanya,” kata Sandiaga.

AKI merupakan satu dari tiga program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2022.

Kompetisi ini akan berlangsung di 16 kota atau kabupaten. Ke-16 kota atau kabupaten itu adalah Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Cilegon, Tangerang Selatan, Tasikmalaya, Cirebon, Yogyakarta, Tegal, Sidoarjo, Jember, Pontianak, Banjarmasin, Kendari, dan Ambon.

"Semua program ini bertujuan mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif setelah pandemi Covid-19," ujar Sandiaga di Jakarta, Sabtu, 19 Februari 2022.

Jika dirinci, manfaat AKI bagi pelaku ekonomi kreatif seperti kamu adalah:

- Membangun jejaring dan kerja sama

- Produk dan karya terpublikasikan

- Memperluas pangsa pasar.

Kenapa Harus Join AKI?

Sebab, peserta terpilih dari 16 kota atau kabupaten pada ajang ini akan mengikuti kegiatan bootcamp dan pameran untuk kategori kuliner, kriya, fesyen, dan aplikasi. Bagi peserta yang lolos kurasi pada kategori film dan musik akan berkesempatan mengikuti pameran.

Peserta terpilih juga dapat melakukan rebranding, membuat video promosi dan mendaftar ke HKI.

Segera daftar di tautan Pendaftaran AKI, isi formulir dan penuhi sejumlah persyaratannya.

Cara mendaftarnya:

1. Klik tombol “Daftar di Sini”

2. Buat akun pendaftaran

3. Verifikasi akunmu melalui email yang kamu daftarkan

4. Masuk ke akunmu

5. Klik tombol “Kategori Pendaftaran”

6. Pilih 1 dari 6 opsi pendaftaran

7. Upload dokumentasi dan file audio/visual pendukung

8. Centang box disclaimer

9. Klik tombol “Submit”

Syaratnya pun cukup mudah lho. Bagi kamu yang mendaftarkan usaha kuliner, kriya, fesyen, dan aplikasi, syaratnya adalah:

- Warga Negara Indonesia

- Berdomisili di Indonesia

- Berusia di bawah 50 tahun

- Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan, dengan melampirkan bukti berupa: Surat keterangan dari pemerintah setempat; atau SIUP (bagi peserta yang belum memiliki NIB); atau NIB.

Sementara, syarat bagi kamu yang mendaftar ke kategori musik dan film, yakni:

- Pendaftar musik memiliki karya orisinil

- Pendaftar musik melampirkan karya orisinil

- Pendaftar musik melampirkan video klip atau video penampilan

- Pendaftar film memiliki atau bagian dari sebuah rumah produksi/komunitas (bukan perorangan)

- Pendaftar film melampirkan satu karya terbaru (2 tahun terakhir)

Asyiknya, AKI 2022 ini gratis tis! Tidak dipungut biaya apapun. Pendaftaran ditutup pada 31 Maret 2022.

Info selengkapnya silakan kunjungi:

Website: https://aki.kemenparekraf.go.id  

Instagram: @apresiasikreasiindonesia

Hubungi Chat Only: +62 857-1940-9586

Kisah Sukses dari AKI 2021

Cerita ini datang dari finalis AKI 2021, Kusniati Surjandini, pendiri sekaligus pemilik House of Distraw.

Dulu, Kusniati hanyalah penjahit rumahan biasa. Dia kemudian berpikir untuk menciptakan produk yang unik dan memiliki dampak positif untuk lingkungannya.

Kusniati bersama suaminya, Arief Jatinugroho, kemudian melakukan sejumlah riset.

“Banyak sekali cerita berkesan dan perjalanan bermakna telah saya dan suami bersama. Kami memulai bisnis ini dari rumah ini. Rumah ini setiap sudutnya punya cerita sendiri. Kami memulainya itu benar-benar dari riset,” tutur Kusniati dalam video yang diunggah di laman AKI Kemenparekraf.

Dari sejumlah riset tersebut, lahirlah House of Distraw.

Seluruh produk House of Distraw ini memakai konsep sustainable fashion dengan motif utama berupa ecoprint. Produk-produk Kusniati berhasil memadukan keindahan daun, bunga, ranting serta penggunaan pewarna alami.

Seperti yang disebutkan di atas, Kusniati dan Arief memang ingin memiliki usaha yang memberikan dampak positif bagi lingkungan. Oleh karena itu, mereka memilih menggunakan bahan natural.

“Pertama, kami melakukan hal-hal natural. Hal-hal yang kami pikirkan untuk menyelamatkan lingkungan kami.  Kemudian untuk karyawan kami, kami memiliki keinginan, target kami setelah 4 tahun, mereka bisa berwirausaha sendiri,” tutur Kusniati.

Mengapa harus berdampak positif bagi lingkungan? Dia menjelaskan, hal ini sesuai dengan prinsip yang dipegangnya. Prinsip ini diambil dari wejangan para leluhur di tanah Jawa.

“Kami teringat tutur para leluhur yang kami pegang teguh sampai sekarang, migunani tumraping liyan, berguna untuk yang lainnya. Tidak saja sebagai manusia, tapi hidup juga perlu dan berguna bagi semua ciptaannya. Bagi kami berbisnis itu tidak semata sekedar mencari keuntungan ada nilai ibadah yang perlu dikejar,” kata Kusniati.

Lalu, apa yang didapatnya setelah mengikuti AKI 2021?

Dia mengaku mendapat banyak ilmu dan jejaring. Dia mendapat banyak pelatihan dalam boothcamp AKI. Dia juga banyak mendapat kenalan baru sehingga mampu melebarkan jejaring.

Tak hanya itu, House of Distraw dapat mengikuti pameran AKI yang digelar secara megah.

Yang tak disangkanya, karena pameran AKI tersebut, dia mendapat rezeki nomplok! Omsetnya melejit 8 kali lipat.

“Yang kami dapatkan dari pameran AKI 2021 sangat banyak. Ilmu kami dapatkan, jejaring juga kami dapatkan, pameran besar luar biasa kami dapatkan. Kami juga bisa melakukan kolaborasi dengan sesama teman AKI. Dengan adanya pameran AKI membuat kami menjadi memiliki omset lebih tinggi, jadi 8 kali lipat. Waktu itu, kami mendapatkan pesanan souvenir senilai Rp 180 juta,” tutur Kusniati.

Nah, tunggu apa lagi. Yuk daftar AKI dan jadi salah satu ikon pelaku usaha ekonomi kreatif 2022 di Tanah Air.

Baca juga:

Share artikel ini