Edukasi

Sejarah Kopi dan Perkembangan Bisnis Kopi di Indonesia

29 Oct 2021, Ditulis oleh Bentangku

Sejarah Kopi dan Perkembangan Bisnis Kopi di Indonesia

Coba lihat di kanan kirimu, saat ini cafe semakin menjamur, terlebih usai pembatasan mobilitas masyarakat dilonggarkan. Masing-masing coffee shop berusaha menyediakan fasilitas dan ciri khas yang unik dan terbaik. Adanya protokol kesehatan di tengah pandemi juga menyebabkan konsep cafe-cafe ini berubah. Tren sekarang bergeser ke garden ataupun open-space cafe.

Begitu pula dengan variasi menunya. Saat ini, menu kopi pun tak hanya itu-itu saja. Coffee shop berlomba menciptakan ramuan yang unik sehingga berbeda dengan yang lain. Harapannya, produk kopi mereka mampu memikat hati pecinta kopi.

Sejarah Singkat Kopi di Indonesia

Dari buku Peluang Usaha Kopi yang diterbitkan Kementerian Perindustrian, budaya minum kopi di Indonesia tumbuh sebagai kebiasaan sejak zaman penjajahan Belanda.

Pada saat itu, Belanda menanam kopi secara besar-besaran melalui program tanam paksa. Kopi di Indonesia pertama kali dibawa oleh pria berkebangsaan Belanda sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arab.

Belanda mulai mendirikan perkebunan kopi pertama di daerah Priangan Jawa Barat. Namun, beberapa tahun setelahnya, pengembangan kopi mulai dilakukan hampir di

seluruh Pulau Jawa dan wilayah lainnya, seperti Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Kepulauan Timor.

Seiring dengan perkembangan itu, masyarakat Indonesia menjadi gemar minum kopi. Namun, industri kopi mengalami pasang surut. Kopi arabika mendapat serangan penyakit karat daun. 

Pemerintah Hindia Belanda kemudian mendatangkan kopi jenis robusta pada tahun 1900. Kopi jenis ini ternyata lebih tahan terhadap penyakit dan memerlukan syarat tumbuh serta pemeliharaan yang lebih ringan, namun hasil produksinya jauh lebih tinggi dibandingkan kopi arabika.

Bisnis Kopi di Era Pandemi

Tak hanya bisnis kopi di era penjajahan yang mengalami pasang surut. Pada era pandemi Covid-19 pun bisnis ini naik turun.

Eddy Sutanto, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo), melalui Kontan.id pada Januari 2021 lalu memperkirakan, di awal tahun ini, pasar peritel minuman kopi secara umum hanya berkisar 20 persen dari angka normal.

Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari psikologi pasar, masyarakat masih takut untuk mengunjungi restoran, kafe atau kedai kopi, juga adanya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali.

Namun, mulai kuartal keempat 2021, pemerintah mulai melonggarkan PPKM. Level PPKM sejumlah daerah sudah turun ke kategori aman, yakni level 2 dan 1. Bisnis kopi pun mulai menggeliat. Malah, banyak brand baru yang bermunculan. Kedai dan cafe kopi makin diserbu.  

Agar Mampu Bersaing

Jika kamu adalah salah satu pebisnis kopi, Qasir punya tips agar usaha kopimu tak kalah saing dengan yang lain.

1. Ikuti Tren

Ini adalah modal utama untuk membuat bisnismu tetap eksis. Mulai dari pengemasannya, menu wajib, harga, hingga rasanya.

2. Manfaatkan Media Sosial

Milenial dan GenZ, sudah pasti lekat dengan media sosial. Manfaatkan kemajuan teknologi yang satu ini. Unggah foto semenarik mungkin dan caption yang menggugah selera calon pelanggan.

3. Berikan Pelayanan Terbaik

Pelayanan yang baik akan menciptakan citra positif bagi usahamu. Konsumen menjadi merasa lebih nyaman dan betah. Mereka pun dijamin akan sering datang.

4. Unik

Minuman yang kamu sajikan harus unik selain rasanya enak. Unik di sini, mulai dari macam minumannya, racikannya, penampilannya, dan suasana kedainya.

Misalkan saja, tema garden atau rooftop yang lagi hits saat ini. Tapi, apa yang dapat membedakan kedaimu dengan yang lain? Misal, kamu sediakan buku di sana dan letakkan bean bag di taman agar pelangganmu feels homie. Kamu bisa juga menyelenggarakan nonton film bareng di cafe-mu.

5. Jaga Kualitas

Bagi pecinta dan penikmat kopi, kualitas itu penting. Secangkir kopi yang bercita rasa

tinggi membutuhkan beberapa proses cukup panjang. Mulai dari proses pemanenan di kebun hingga penyeduhan.

Sebut saja, kopi pucuk merah alias kopi murni matang pohon dengan kopi yang dicampur dengan biji kopi yang masih hijau. Kedua kopi tersebut bakal membuat rasa menjadi sangat berbeda.

6. Lakukan dengan Senang Hati

Passion sangat diperlukan ketika kita berbisnis. Termasuk dalam usaha kopi. Passion akan menciptakan energi yang membuatmu termotivasi untuk melakukan yang terbaik dengan senang hati.

Ketika kamu menjalankan sesuatu dengan senang hati, pasti tidak ada tekanan. Kamu bakal melakukan segala pekerjaan dengan kerelaan. Pikiran pun akan menjadi lebih kreatif karena terdorong untuk memajukan usaha.

Permudah Kerjamu dengan POS

Selain itu, permudah lah kerjamu dengan aplikasi point of sales alias POS. Jadi kamu tak perlu pusing dengan pritilan dan bisa fokus dalam pengembangan menu dan kafemu.

Seperti Aplikasi Kasir dari Qasir. Mulai dari soal nomor antrean, mencatat produk, hingga catatan penjualan, lengkap ada di aplikasi ini.

Bahkan, sejumlah fitur di aplikasi ini bisa kamu miliki secara gratis, yakni:

  • Kelola produk tanpa batas
    Fitur ini memudahkan kamu untuk mengatur, menambah, hingga mengedit variasi produk.
  • Catat Transaksi
    Memungkinkanmu bertransaksi dengan cara online atau pun offlin.
  • Cetak struk dan kirim struk digital
    Struk bisa kamu berikan secara offline atau cetak, maupun online alias digital lho.
  • Mendukung pembayaran digital menggunakan QRIS.
  • Cek laporan penjualan 30 hari terakhir secara online.

Khusus untuk pengusaha cafe, Qasir menyediakan fitur-fitur tambahan di Aplikasi Kasir ini yang dijamin akan memudahkanmu. Tentunya, dengan harga terjangkau.

1. Opsi Tambahan

Fitur ini memudahkanmu untuk melakukan penghitungan ketika menu divariasikan dengan produk yang sudah ada. Misal cappuccino dengan extra shot, pizza dengan tambahan keju, atau nasi goreng seafood dengan extra udang.

Kamu bisa mendapatkan fitur ini dengan harga murah, yakni Rp30.000 lho.

2. Tiket Pesanan

Cetak salinan pesanan pelanggan untuk dibaca barista ataupun staf dapurmu. Jadi tidak perlu lagi teriak-teriak ke personel di balik layar. Fitur ini juga bermanfaat untuk menghindari pesanan yang tidak sesuai.

Harganya hanya Rp18.000, BossQ.

3. Nomor Antrian

Buat pelangganmu menunggu dengan nyaman. Beri tahu pelanggan nomor berapa pesanannya. Staf dapur pun tidak bingung lagi, pesanan mana yang harus dikerjakan lebih dulu.

Cukup membayar Rp24.000, kamu sudah bisa menggunakan fitur ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang aplikasi Qasir untuk usaha coffee shop, cek di sini.

Baca juga:

Share artikel ini