Edukasi

Cara Kelola Warung Kelontong Layaknya Toko Retail Modern

27 Oct 2021, Ditulis oleh Bentangku

Cara Kelola Warung Kelontong Layaknya Toko Retail Modern

Salah satu usaha yang tak pernah ada matinya adalah toko kelontong. Meski ada pengusaha yang akhirnya bangkrut karena tak mampu mengelolanya, tapi biasanya itu karena pengelolaannya, bukan karena kehabisan pelanggan. Jika dikelola dengan benar, warung kelontong bukan cuma mampu eksis, namun juga bisa berkembang menjadi usaha besar.

Toko kelontong sendiri adalah toko yang menjual barang kelontong, jika menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sementara, kata "kelontong" berarti barang-barang untuk keperluan sehari-hari seperti sabun, sikat gigi, gelas, cangkir, mangkuk.

Melansir Kompas.com, toko kelontong di Indonesia bisa dilacak sejak abad 19. Pedagang China lah yang mulai mencetuskannya. Mereka terbiasa menjual barang kebutuhan rumaah tangga dengan berkeliling kampung.

Untuk ciri khas, mereka membawa “kelontongan”, alat bunyi-bunyian seperti tambur kecil yang memiliki gagang dan tali di kedua sisi. Setiap ujung tali terdapat biji-bijian yang akan menimbulkan bunyi saat gagangnya digoyangkan.

Sekitar akhir abad 19, para pedagang ini mulai menetap. Mereka mulai membuka toko di titik-titik strategis seperti persimpangan jalan ataupun dekat pemukiman warga. Barang dagangannya pun semakin beragam lantaran memiliki display yang lebih luas untuk menjajakannya.

Makin hari pun, jumlah toko kelontong kian menjamur, hingga saat ini. 

Namun, pernah ada saatnya, di beberapa tempat, keberadaan mereka mulai tergerus akibat persaingan usaha yang semakin ketat.

Menteri Perdagangan (Mendag) yang waktu itu diduduki oleh Enggartiasto Lukita mengatakan, toko kelontong kalah saing dengan ritel modern seperti minimarket hingga supermarket.

Menurut dia, setidaknya ada tiga hal yang membuat toko kelontong sulit berkembang hingga kalah saing. Hal tersebut diungkapkannya pada Oktober 2017 lalu.

Tiga Hal yang Membuat Kelontong Kalah Saing 

1. Pemilik toko kelontong tidak mendapatkan akses ke sumber barang dengan harga yang sama. Tentunya, pelaku usaha besar, lebih mendapat harga yang good deals karena bermain dalam partai lebih besar. Tak heran jika harga di toko kelontong, terkadang lebih mahal dari minimarket.

2. Pemilik toko kelontong kesulitan mendapatkan akses permodalan untuk meningkatkan usaha mereka. Mereka biasanya memperoleh pinjaman bukan dari bank atau lembaga keuangan resmi lainnya. Akibatnya, mereka mendapat bunga pinjaman yang besar.

3. Tata letak dan penampilan toko kelontong yang tidak nyaman. Berbeda dengan toko retail modern yang barangnya ditata rapi di rak dan memudahkan pembeli untuk memilih barang.

Solusi Toko Kelontong Mampu Bersaing

Penjual Kelontong

Oleh karena itu, meski toko kelontong merupakan usaha yang sifatnya rumahan, biasanya dikelola perorangan, kamu tetap harus melek dengan modernisasi. Baik dari sisi penataan hingga pengelolaannya.

Berikut ini sejumlah tips cara mengelola toko kelontong agar tetap bertahan di tengah persaingan, seperti yang Qasir rangkum dari beberapa sumber:

1. Penting untuk Memiliki Pembukuan

Sebagian orang yang berpikir, “Ah, usaha masih kecil. Tak perlu pembukuan. Yang penting ada barang laku.”

Eitttssss!!! Jangan salah, tak baik mengandalkan feeling untuk mengontrol usaha. Apa kamu yakin usahamu udah untung? Jangan-jangan malah rugi.

Hal yang harus digarisbawahi, maju atau tidaknya usaha bakal bisa kamu ketahui melalui laporan keuangan lho.

Oleh karena itu, semua usaha termasuk toko kelontong, harus memiliki catatan pengeluaran, pemasukan, dan piutang.

Pembukuan juga bermanfaat untuk memisahkan uang pribadi dengan uang usaha. Untuk mengetahui lebih lanjut soal pembukuan ini, kamu bisa baca di artikel: Jangan pakai feeling! Yuk, mulai catat pemasukan dan pengeluaran.

2.Gunakan Cash Flow Hanya untuk Kepentingan Usaha

Gunakan cash flow hanya untuk kepentingan usaha. Jangan menggunakannya untuk keperluan pribadi. Penting untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Sebaiknya kamu mengambil gaji dari usahamu (iya, termasuk usaha kelontong) untuk kepentingan pribadi kamu. 

Ketika catatan keuangan menunjukkan kamu sudah mendapat untung yang lebih besar dari usaha kamu ini, kamu bisa menaikkan gaji kamu. Tapi ingat selalu untuk menggunakan cash flow untuk kepentingan usaha dan pengembangan usaha, 

3. Jangan Stok Barang Terlalu Banyak

Daripada stok terlalu banyak. lebih baik menambah variasi produk. Ini berlaku terlebih untuk kamu yang tokonya belum terlalu besar. Jika kamu adalah agen grosir yang sudah punya benchmark jumlah penjualan yang pasti tiap bulannya untuk produk tertentu, kamu boleh menyetok banyak untuk produk tersebut.

Namun untuk yang baru memulai atau kelas menengah, belanja lah seperlunya, sesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Berapa rata-rata penjualan tiap hari, minggu atau bulan untu tiap-tiap produk bisa kamu ketahui kalau kamu menggunakan aplikasi Qasir. Jadi kamu tidak perlu menebak-nebak, berapa kebutuhan stok produk kamu.

Jika kamu menyetok terlalu banyak, banyak risiko yang kamu hadapi, di antaranya, barang rusak atau kadaluarsa. 

Ilustrasinya seperti ini. Misal, ketika kamu sudah melihat di laporan penjualan Qasir rata-rata kamu menjual 1 dus mi instan dalam 1 minggu. Selanjutnya, cukup sediakan 1 dus mi instan untuk seminggu. Jika ternyata sebelum seminggu produk hampir habis, kamu tidak usaha khawatir, karena di aplikasi Qasir, kamu akan mendapat notifikasi jika produk kamu sudah mencapat titik limit minimal jumlah produk. Enak kan, usaha pakai Qasir?

4.Sisihkan Penghasilan untuk Disimpan Ketika Omzet Stabil

Masih berhubungan dengan poin kedua, kamu harus dan wajib menyisihkan dana untuk pengembangan usaha.

Melansir dari laman Kementerian Perdagangan, prosentase penghasilan yang aman disisihkan untuk pengembangan bisnis, tidak lebih dari 10 persen karena keuntungan hanya berkisar antara 5-30 persen.

Putar kembali penghasilan itu untuk belanja barang atau kebutuhan rutin toko seperti bayar listrik atau gaji karyawan jika ada.

5. Tunda Bermain Produk Baru yang Butuh Modal Besar

Kadang ada yang mengatakan bisnis itu seperti judi. Kadang harus ada pertaruhan untuk mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar. Tapi sebenarnya, bisnis itu harus hati-hati, jangan terbawa nafsu untuk keuntungan besar namun mengabaikan risiko yang bisa menghancurkan usaha.

Jika ada barang baru, pastikan dulu ada pembelinya, dan berapa minimal penjualan yang hampir pasti. Jika belum ada perhitungan, sebaiknya tunda dulu, dan fokus pada produk yang sudah jelas-jelas laku.

6. Minimalkan Penjualan Secara Kredit dan Kasbon

Pemilik Warung Kelontong

Kadang penjualan secara kredit dan kasbon tidak bisa dihindari di ranah usaha kelontong dan agen grisur. Namun kamu memang harus punya pendirian yang teguh untuk ini. Kredit yang macet hanya akan membuat keuanganmu jadi tersendat, akibatnya kamu tidak bisa memutar uang untuk belanja lagi atau untuk pengembangan usaha.

Jika terpaksa harus menerima kasbon, selalu catat semua transaksi kasbon dan buat kesepakatan dengan pembeli kapan mereka harus membayar. Pilih juga pembeli yang layak diberi kasbon atau kredit, jangan orang yang mencurigakan, orang yang kamu baru kenal, atau orang yang tidak bisa dipercaya. 

Kesampingkan dulu rasa tidak enak. Utamakan keselamatan usahamu dan utamakan juga pelanggan lain yang membutuhkan produkmu namun membayar dengan lunas. 

Untuk kelola kasbon, baca Tips Mengatur Kasbon Agar Usaha Kamu Tak Merugi.

7. Hindari Berutang Ketika Omzet Belum Stabil

Sebagaimana kamu harus menghindari piutang, kamu juga perlu menghindari utang, terutama ketika omzet penjualan belum stabil. Namun jika kamu sudah yakin akan omzet penjualan di tokomu, silakan mengajuka pinjaman pembiayaan. Namun pilih lembaga yang terpercaya, jangan yang asal cepat mencairkan dana. Bisa-bisa bukannnya usahamu untung malah buntung.

8. Pastikan Pengeluaran Lebih Kecil dari Pemasukan

Untuk memastikan hal ini, kamu perlu memiliki sistem yang mampu membantumu mengelola usaha. Qasir sangat cocok untuk usaha kelontong. Karena selain memiliki fitur lengkap gratis yang bisa kamu gunakan selama yang kamu butuh, Qasir juga sangat mudah digunakan, bahkan untuk yang tidak terbiasa menggunakan teknologi sekalipun.

Berikut ini fitur-fitur gratis Qasir yang bisa kamu dapatkan tanpa batas waktu:

  1. Kelola Produk tanpa batas
  2. Kelola Outlet tanpa biaya tambahan
  3. Kelola Pegawai sebanyak apa pun
  4. Catat Transaksi
  5. Cetak Struk dan kirim struk digital
  6. Pembayaran digital QRIS
  7. Cek laporan penjualan 30 hari terakhir
  8. Fitur Kasbon

Juga sejumlah fitur tambahan yang bisa kamu dapatkan dengan harga murah meriah, seperti Harga Grosir, Uang Muka, dan banyak fitur lainnya. 

Jadi tidak ada lagi cerita mengelola usaha warung kelontong dengan main feeling, semua harus kamu kelola secara profesional biar warung kelontong kamu CUAN dan bisa berkembang. 

Download Qasir dan gunakan GRATIS dengan klik link ini dari gawai Android kamu. 

Baca juga:

 

 

 

Share artikel ini